Juru Bicara Cabul!

Dalam seminggu terakhir, jagad media sosial dihebohkan dengan tersebarnya video call seks salah seorang politikus Demokrat, yang sedang mencoba peruntungannya untuk merebut satu kursi DPR di Senayan. Ia adalah Ferdinand Hutahaean. Saat ini, ia juga dipercaya oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagai juru bicaranya.

Adalah seorang warganet bernama @HendraCobra89 yang pertama kali mengunggah video tersebut. Dalam video itu, Ferdinand nampak hanya mengenakan celana dalam. Ia lalu melakukan video call dengan seorang perempuan. Si perempuan tersebut kelihatannya begitu menikmatinya. Tidak ada sedikit pun rasa malu terpancar di wajahnya. Ia nampak begitu riang, sambil menunjukkan seluruh bagian tubuhnya.

Video call seks yang melibatkan Ferdinand dan seorang perempuan paruh baya, yang membuat warganet begitu riuh, terkaget-kaget, becampur dengan rasa senang dan gembira itu, ternyata ada edisi lanjutannya. Jika pada video yang diunggah pada Senin lalu (1/04) itu Ferdinand terlihat masih mengenakan celana dalam, edisi kali ini lebih seru lagi. Ternyata, celana dalam merah yang dipakai Ferdinand itu, akhirnya melorot. Wow!

Dalam video lanjutan yang ia beri judul “Edisi Sempak Merah Melorot”, episode lanjutan dari video pertama berjudul “Video Call Sex Politisi Indonesia” itu, nampak jelas bahwa sempak merah Ferdinand memang benar-benar melorot. Sehingga setumpuk benda di balik sempak merah itu, terlihat jelas .

Pun si perempuan partner Ferdinand melakukan video call nampak lebih vulgar. Jika pada video pertama masih ada bagian tertentu yang masih ditutupi, namun pada video lanjutan tersebut, si perempuan nampak begitu pasrah menunjukkan seluruh sudut-sudut tubuhnya. Tidak ada lagi yang tersembunyi. Semuanya nampak begitu jelas. Sekali lagi Wow!

Saya benar-benar tidak habis pikir melihat betapa bejatnya moral Juru Bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandi, yang juga merupakan calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu. Masa sih seorang juru bicara badan pemenangan calon pemimpin negeri ini berlaku cabul dan tidak senonoh begitu. Kacau benar!

Belum lagi berakhir euforia warganet, yang selama ini begitu terganggu dengan berbagai kicauan Ferdinand yang saban hari menyebar hoax dan memfitnah Jokowi, atas beredarnya video call mesum tersebut, muncul lagi sebuah video cabul baru. Kali ini diunggah oleh seorang netizen bernama @bumnbersatu.

Video yang diunggah pada 2/4/2019 itu, setidaknya hingga saat ini sudah ditayangkan sebanyak 138,9 ribu kali. Video berdurasi 38 detik itu bercerita tentang Ferdinand Hutahaean bersama seorang perempuan (wajahnya diblur), yang sepertinya, mereka sedang melewatkan malam sembari menikmati deburan ombak.

Keduanya nampak begitu romantis. Dalam video yang cukup singkat itu, Ferdinand bahkan dua kali mencium wanita idamannya itu. Ciuman pertama Ferdinand mendarat di kening, dan ciumannya yang kedua ia daratkan di bibir perempuannya itu. Konon mereka sedang dinner dan juga minum red wine yang katanya untuk melancarkan peredaran darah. Ferdinand juga berujar bahwa ia dan si perempuan tersebut akan melakukan acara romantis.

“Kita sedang dinner. Kita mau romantis malam ini…” ujar Ferdinand sambil merangkul pundak si perempuan yang sedang mengenakan tank top itu. Romantis seperti apakah yang dimaksud Ferdinand. Jika mengacu pada ucapannya yang menyebut, “Kita tadi sudah memesan makanan sama red wine untuk memperlancar peredaran darah…” sepertinya romantis yang ia maksud adalah sebuah acara romantis bermandi keringat.

Lagi dan lagi, untuk kali ini, beberapa hari menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, mereka yang selama ini begitu geram dengan tingkah tengik Ferdinand, benar-benar dimanjakan dengan beredarnya video cabul Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat itu. Satu video muncul, muncul lagi video baru, muncul lagi, dan muncul lagi. Nikmat benar!

Unggahan video cabul Ferdinand yang kembali diunggah oleh @HendraCobra89 hari ini (5/4, pukul 2:50 p.m), kembali membuat publik geleng-geleng kepala atas rendahnya kualitas adab dan moral seorang Ferdinand Hutahaean. Dalam video tersebut, Ferdinand kembali mengumbar kemesraan dengan seorang perempuan yang juga sedang mengenakan tank top.

Dengan tangan kanannya Ferdinand memegang handphone sambil merekam romantisme mereka. Dan dengan tangan kirinya, ia merangkul si perempuan seksi tersebut. “Halo! Kita lagi di Lombok. Di Gili Trawangan…” ujar Ferdinand. Ia lantas mencium kening perempuan tersebut, yang sedang memeluknya dengan mesra. Lantas si cewek dengan manjanya berucap, “Di Jambu Luwuk Ressort. Ia kan sayang…” Mereka lalu berciuman bibir. Wow!

Melihat rendahhnya kualitas moral Ferdinand Hutahaean, saya menilai bahwa sedikit pun ia tidak pantas diberi kepercayaan untuk menjadi seorang wakil rakyat. Warga Kabupaten Bogor harus cermat. Warga Bogor harus berpikir berkali-kali untuk memilih caleg yang satu ini.

Lewat tulisan ini juga saya berpesan kepada saudara-saudaraku di Bogor, hindarilah memilih caleg yang rekam jejaknya jelek. Hindarilah pula memberi kepercayaan kepada caleg yang doyan main perempuan, dan yang senang gonta-ganti pasangan. Sebab jika salah memilih, akan menderita selama 5 tahun ke depan. Pilihlah caleg yang berintegritas, caleg yang sudah teruji rekam jejaknya, caleg yang benar-benar ingin berjuang untuk rakyat.

Salam Indonesia satu!

#01JokowiLagi

Follow my twitter: @PurbaHermanto

Diklaim Bukan Karena Kenaikan Pangkat Diluar Kewajaran, Prabowo Dibenci Seniornya.

Klaim tentang Prabowo yang tidak disukai oleh perwira seniornya, karena yang bersangkutan sering mengungkap potensi kerugian negara akibat korupsi di kalangan perwira, patut kita apresiasi.

Setidaknya pengakuan itu menunjukkan bahwa kedua capres dalam kontestasi kali ini memiliki komitmen yang sama dalam memberantas dan menjamurnya korupsi di negara ini. Jika kedua capres memiliki komitmen sama besar dalam pemberantasan korupi, faktanya kita hanya boleh memilih salah satu diantara kedua kandidat.

Parameter yang kita gunakan tentu harus mengerucut kepada salah satu calon yang paling baik. Meskipun menurut para pendukungnya Prabowo memiliki komitmen kuat dalam hal anti korupsi, sama halnya dengan Jokowi yang bahkan sudah bisa disaksikan oleh publik, dalam masa kepemimpinannya selama empat tahun ini, Jokowi tidak terlihat melakukan intervensi dalam hal langkah KPK melakukan tindakan hukum kepada pelaku korupsi.

Poin-nya publik perlu mendapat jaminan, Prabowo lebih mumpuni dibanding Jokowi sebagai lawannya, jika menginginkan Prabowo terpilih mendapatkan kepercayaan rakyat. Cukup disesalkan karena selama ini rekam jejak Prabowo tak memperlihatkan hal yang diinginkan oleh rakyat.

Yang dimaksud hal yang diinginkan rakyat, adalah sejauh mana Prabowo mampu membuktikan bahwa dirinya memiliki sejarah keberhasilan dalam mengelola suatu wilayah di negeri ini. Bahkan rakyat hanya bisa menilai hal-hal yang menunjukkan Prabowo justru tercatat sebagai seorang perwira yang tersandung kasus hukum, indisipliner atau hal-hal yang bertolak belakang dengan kriteria yang dituntut dari seorang pemimpin.

Dalam satu kesempatan, mantan Komandannya di Kopassus, Jendral (purn) Agum Gumelar mengaku sering ditegur oleh Panglima, karena Prabowo kerap meninggalkan markas dan berada jauh dari wilayah negara, ironisnya kepergian Prabowo justru tanpa sepengetahuan Agum sebagai atasannya.

Cacat-cacat kecil ini setidaknya menjadi catatan buruk bagi seorang calon Presiden. Dia tidak akan mampu memberi contoh baik kepada rakyat bahwa kedisiplinan itu menjadi modal dalam mengarungi kehidupan yang sangat berat.

Belum lagi jika dibuka cacat-cacat lainnya, misalnya yang berkaitan dengan latar belakang pemecatannya dari dinas ketentaraan, maka dengan catatan tersebut, jika dibandingkan dengan pengalaman Jokowi yang selama dua periode memimpin Solo, lalu disusul dengan menjadi Gubernur di ibukota, bahkan catatannya ditambah dengan pengalaman menjadi Presiden selama satu periode. Lengkaplah ketertinggalan Prabowo untuk berhasil menunjukkan keunggulannya.

Ketua DPP Partai Gerindra Dirgayuza Setiawan mengatakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak disukai oleh banyak seniornya saat masih aktif menjadi prajurit TNI.

Dirgayuza membeberkan hal tersebut dalam acara debat yang dihelat The University if Oxford Society of Indonesia di Graha Bimasena, Jakarta, Jumat (5/4). Tema debat yakni antikorupsi. “Banyak senior beliau yang tidak senang dengan beliau,” tutur Dirgayuza.

Dirgayuza mengatakan Prabowo kerap mengungkapkan kasus korupsi yang terjadi di tubuh TNI. Karenanya, banyak senior Prabowo yang tidak suka. Suatu saat, lanjutnya, Prabowo pernah menemukan pembengkakan anggaran dalam pembelian alutsista. Dirgayuza menyebut Prabowo tahu bahwa anggaran alutsista dikorupsi hingga 500 persen.

*Setelah itu, Prabowo melaporkan kepada pimpinan TNI bahwa terjadi korupsi. Hal itu membuat para seniornya gusar. “Beliau berani untuk bicara ke pimpinan TNI. Beliau berani mengungkapkan dan akhirnya kita tahu sendiri beliau banyak dimusuhi senior-seniornya,” kata Dirgayuza.

Dirgayuza mengatakan bahwa hal itu tidak diketahui banyak orang. Dia sendiri tahu lantaran telah mengenal Prabowo sejak sekitar 11 tahun yang lalu.

Kesan yang dia peroleh adalah Prabowo merupakan sosok yang membenci tindakan korupsi. Dengan begitu, Dirgayuza yakin Prabowo sangat ingin melawan korupsi jika terpilih menjadi presiden. “Dia adalah pribadi yang sangat kuat untuk melawan korupsi. Dia adalah penggerak antikorupsi di dalam TNI,” kata Dirgayuza.

Eks komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjajanto mengutarakan hal yang tak jauh berbeda. Dia yakin Prabowo memang antikorupsi.

Bambang merujuk dari reputasi Partai Gerindra yang dikomandoi Prabowo. Dia mengatakan Gerindra adalah satu-satunya parpol yang rapi dalam transparansi keuangan. “Artinya, orang yg bernama Prabowo Subianto sudah melakukan apa yang sudah disebut ekosistem antikorupsi itu,” ucap Bambang.

Kelompok alumni Universitas Oxford, Inggris, yang tergabung dalam The University of Oxford Society of Indonesia menghelat debat dengan tema antikorupsi. Dalam debat tersebut, TKN menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Dini Purwono, Agus P Sari, dan Rio Haminoto. BPN sendiri mengirim Sudirman Said, Bambang Widjajanto, Ledia Hanifa, dan Dirgayuza Setiawan. sumber : Pengakuan Prabowo Sebagai Anti Korupsi Ternoda oleh Sejarah Kelamnya.

Kesimpulan sementara, publik harus merenung sekian lama jika mereka tetap bersikukuh ingin mengganti Presiden yang telah membuktikan dirinya memiliki komitmen kuat dalam banyak hal, anti korupsi, keberpihakan kepada rakyat kalangan ekonomi lemah, komitmen kepada dunia pendidikan, pembangunan di daerah terluar dan terbelakang, serta hal-hal mendasar lainnya.

Ketimbang misalnya dengan tawaran yang diangkat oleh kubu lawannya, yang justru hanya mengulang-ulang program yang lingkupnya lebih kecil, dan bukan hanya itu, bahkan program itu terbukti belum menunjukkan keberhasilannya.

Soal Bawang Merah, Mentan: Indonesia Mampu Serang Balik dengan Ekspor

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut produksi bawang di Brebes, Jawa Tengah mampu menyerang balik Vietnam, Malaysia, Filipina dan terutama Thailand. Kata Amran, serangan balik yang dimaksud adalah membalikan impor menjadi ekspor, khususnya sektor bawang merah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut produksi bawang di Brebes, Jawa Tengah mampu menyerang balik Vietnam, Malaysia, Filipina dan terutama Thailand. Kata Amran, serangan balik yang dimaksud adalah membalikan impor menjadi ekspor, khususnya sektor bawang merah.

Bayangkan, dulu kita ngambil bawang dari Thailand, tapi sekarang kita balikan keadaanya menjadi ekspor ke 6 negara. Ini namanya serangan balik dari kita” kata Amran dalam acara Apresiasi dan Singkronisasi Petani Unggul, Petani Makmur, Petani Sejahtera di Alun-alun Brebes, Jawa Tengah, Jumat 29 Maret 2019.

Amran mengatakan, peningkatan produksi ini merupakan hasil kerja keras petani yang berkolaborasi dengan jajaran pemerintah, termasuk kerja keras Badan Urusan Logistik (Bulog) yang melakukan penyerapan bawang. Brebes sendiri selama ini dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah di Indonesia Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan beberapa daerah lain. Luas areal panen bawang merah di Brebes tercatat bisa mencapai 29.000 – 32.000 hektar dengan angka produksi sekitar 273.000 ton, cukup signifikan memberi andil terhadap total produksi nasional yang mencapai 1,4 juta ton lebih.

Pada 2014 lalu Indonesia masih mengimpor 74.903 ton bawang merah, lalu turun drastis pada 2015 menjadi 17.428 ton, dan pada 2016 pemerintah telah menutup keran impor bawang merah. Tahun 2017 Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan mulai mengekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka ekspor bawang merah nasional pada 2017 mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 persen dibandingkan pada 2016 yang hanya 736 ton.

Bulog sudah memiliki alat penyimpan canggih cold storage atau CAS (controlled Atmosphere Storage) yang bisa menampung bawang merah sebanyak 260 ton. Alat ini juga memiliki kecanggihan karena mampu menjaga kesegaran bawang sampai 6 bulan” katanya.

Amran mengatakan, penggunaan cold storage adalah solusi permanen yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani bawang di Jawa Tengah. Secara khusus, wilayah Brebes juga sudah ditetapkan sebagai sentra produksi bawang yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan penggunaan cold storage, petani terlindungi dan konsumen terjaga. Nah, untuk pemerintah inflasi tetap terjaga dan keuntungan petani meningkat” katanya.

Dalam Acara ini Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan berbagai bantuan benih padi impara varietas unggul, benih jagung hibrida, bibit ayam lokal pedaging, anak kambing dan bantuan mesin traktor modern.

Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan terimakasih atas berbagai bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian. Bantuan itu, kata Idza, antara lain berupa dukungan anggaran, perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur termasuk bantuan subsidi pupuk, pemasaran dan alsintan.

Kemudian ada juga kartu tani dan asuransi pertanian. Alhamdullilah berkat bantuan ini, produksi pertanian di Brebes mengalami peningkatan yang sangat besar. Termasuk dengan menggunakan alat penyimoan cold storage” katanya.

Mustofa, salah satu petani bawang setempat menjelaskan bahwa kondisi harga di Brebes, Tegal dan Pemalang cendrung stabil karena hanya naik turun di angka Rp 5.000. Tapi, kondisi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

Harga Bawang super Rp 35.000. Sedangkan harga sekarang turun menjadi Rp 30.000. Sejauh ini harga sebesar itu cendrung stabil” katanya.

Mustofa menambahkan, peran Bulog sejauh ini juga cukup membantu karena terus menerus melakukan penyerapan. Tak hanya itu, mereka juga dinilai aktif membuka gudang di beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Ini yang kita harapkan. Peran Bulog harus optimal untuk menyerap hasil panen kami sesuai harga yang ditetapkan” tukasnya.

Sekedar diketahui, gudang Bulog ini dibangun dengan anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 3 miliar. Adapun suhu di dalam mesin CAS dapat menjaga rata-rata 7 derajat celcius. Sementara unsur-unsur penting mampu dikontrol dengan baik.

Membenahi sektor pertanian memang bukan pekerjaan yang bisa diwujudkan hanya dalam semalam saja. Butuh proses panjang karena membenahi pertanian itu kita bicara proses dari mulai sebelum menanam, selama proses tanam, panen, post panen, sampai bahkan sumber daya manusianya sendiri. Juga bagaimana caranya menyesuaikan dengan kondisi alam yang terkadang juga sulit ditebak.

Bagaimanapun tentu ini sebuah proses yang mendatangkan harapan baru bagi pertanian Indonesia. Semoga makin ke depan akan makin banyak ekspor komoditas pertanian yang bisa kita lakukan dan mendatangkan devisa serta kesejahteraan bagi petani.

#JokowiLagi

Klaim tentang Prabowo yang tidak disukai oleh perwira seniornya, karena yang bersangkutan sering mengungkap potensi kerugian negara akibat korupsi di kalangan perwira, patut kita apresiasi.

Setidaknya pengakuan itu menunjukkan bahwa kedua capres dalam kontestasi kali ini memiliki komitmen yang sama dalam memberantas dan menjamurnya korupsi di negara ini. Jika kedua capres memiliki komitmen sama besar dalam pemberantasan korupi, faktanya kita hanya boleh memilih salah satu diantara kedua kandidat.

Parameter yang kita gunakan tentu harus mengerucut kepada salah satu calon yang paling baik. Meskipun menurut para pendukungnya Prabowo memiliki komitmen kuat dalam hal anti korupsi, sama halnya dengan Jokowi yang bahkan sudah bisa disaksikan oleh publik, dalam masa kepemimpinannya selama empat tahun ini, Jokowi tidak terlihat melakukan intervensi dalam hal langkah KPK melakukan tindakan hukum kepada pelaku korupsi.

Poin-nya publik perlu mendapat jaminan, Prabowo lebih mumpuni dibanding Jokowi sebagai lawannya, jika menginginkan Prabowo terpilih mendapatkan kepercayaan rakyat. Cukup disesalkan karena selama ini rekam jejak Prabowo tak memperlihatkan hal yang diinginkan oleh rakyat.

Yang dimaksud hal yang diinginkan rakyat, adalah sejauh mana Prabowo mampu membuktikan bahwa dirinya memiliki sejarah keberhasilan dalam mengelola suatu wilayah di negeri ini. Bahkan rakyat hanya bisa menilai hal-hal yang menunjukkan Prabowo justru tercatat sebagai seorang perwira yang tersandung kasus hukum, indisipliner atau hal-hal yang bertolak belakang dengan kriteria yang dituntut dari seorang pemimpin.

Dalam satu kesempatan, mantan Komandannya di Kopassus, Jendral (purn) Agum Gumelar mengaku sering ditegur oleh Panglima, karena Prabowo kerap meninggalkan markas dan berada jauh dari wilayah negara, ironisnya kepergian Prabowo justru tanpa sepengetahuan Agum sebagai atasannya.

Cacat-cacat kecil ini setidaknya menjadi catatan buruk bagi seorang calon Presiden. Dia tidak akan mampu memberi contoh baik kepada rakyat bahwa kedisiplinan itu menjadi modal dalam mengarungi kehidupan yang sangat berat.

Belum lagi jika dibuka cacat-cacat lainnya, misalnya yang berkaitan dengan latar belakang pemecatannya dari dinas ketentaraan, maka dengan catatan tersebut, jika dibandingkan dengan pengalaman Jokowi yang selama dua periode memimpin Solo, lalu disusul dengan menjadi Gubernur di ibukota, bahkan catatannya ditambah dengan pengalaman menjadi Presiden selama satu periode. Lengkaplah ketertinggalan Prabowo untuk berhasil menunjukkan keunggulannya.

Ketua DPP Partai Gerindra Dirgayuza Setiawan mengatakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak disukai oleh banyak seniornya saat masih aktif menjadi prajurit TNI.

Dirgayuza membeberkan hal tersebut dalam acara debat yang dihelat The University if Oxford Society of Indonesia di Graha Bimasena, Jakarta, Jumat (5/4). Tema debat yakni antikorupsi. “Banyak senior beliau yang tidak senang dengan beliau,” tutur Dirgayuza.

Dirgayuza mengatakan Prabowo kerap mengungkapkan kasus korupsi yang terjadi di tubuh TNI. Karenanya, banyak senior Prabowo yang tidak suka. Suatu saat, lanjutnya, Prabowo pernah menemukan pembengkakan anggaran dalam pembelian alutsista. Dirgayuza menyebut Prabowo tahu bahwa anggaran alutsista dikorupsi hingga 500 persen.

*Setelah itu, Prabowo melaporkan kepada pimpinan TNI bahwa terjadi korupsi. Hal itu membuat para seniornya gusar. “Beliau berani untuk bicara ke pimpinan TNI. Beliau berani mengungkapkan dan akhirnya kita tahu sendiri beliau banyak dimusuhi senior-seniornya,” kata Dirgayuza.

Dirgayuza mengatakan bahwa hal itu tidak diketahui banyak orang. Dia sendiri tahu lantaran telah mengenal Prabowo sejak sekitar 11 tahun yang lalu.

Kesan yang dia peroleh adalah Prabowo merupakan sosok yang membenci tindakan korupsi. Dengan begitu, Dirgayuza yakin Prabowo sangat ingin melawan korupsi jika terpilih menjadi presiden. “Dia adalah pribadi yang sangat kuat untuk melawan korupsi. Dia adalah penggerak antikorupsi di dalam TNI,” kata Dirgayuza.

Eks komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjajanto mengutarakan hal yang tak jauh berbeda. Dia yakin Prabowo memang antikorupsi.

Bambang merujuk dari reputasi Partai Gerindra yang dikomandoi Prabowo. Dia mengatakan Gerindra adalah satu-satunya parpol yang rapi dalam transparansi keuangan. “Artinya, orang yg bernama Prabowo Subianto sudah melakukan apa yang sudah disebut ekosistem antikorupsi itu,” ucap Bambang.

Kelompok alumni Universitas Oxford, Inggris, yang tergabung dalam The University of Oxford Society of Indonesia menghelat debat dengan tema antikorupsi. Dalam debat tersebut, TKN menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Dini Purwono, Agus P Sari, dan Rio Haminoto. BPN sendiri mengirim Sudirman Said, Bambang Widjajanto, Ledia Hanifa, dan Dirgayuza Setiawan. sumber : Pengakuan Prabowo Sebagai Anti Korupsi Ternoda oleh Sejarah Kelamnya.

Kesimpulan sementara, publik harus merenung sekian lama jika mereka tetap bersikukuh ingin mengganti Presiden yang telah membuktikan dirinya memiliki komitmen kuat dalam banyak hal, anti korupsi, keberpihakan kepada rakyat kalangan ekonomi lemah, komitmen kepada dunia pendidikan, pembangunan di daerah terluar dan terbelakang, serta hal-hal mendasar lainnya.

Ketimbang misalnya dengan tawaran yang diangkat oleh kubu lawannya, yang justru hanya mengulang-ulang program yang lingkupnya lebih kecil, dan bukan hanya itu, bahkan program itu terbukti belum menunjukkan keberhasilannya.

Bayangkan, dulu kita ngambil bawang dari Thailand, tapi sekarang kita balikan keadaanya menjadi ekspor ke 6 negara. Ini namanya serangan balik dari kita” kata Amran dalam acara Apresiasi dan Singkronisasi Petani Unggul, Petani Makmur, Petani Sejahtera di Alun-alun Brebes, Jawa Tengah, Jumat 29 Maret 2019.

Amran mengatakan, peningkatan produksi ini merupakan hasil kerja keras petani yang berkolaborasi dengan jajaran pemerintah, termasuk kerja keras Badan Urusan Logistik (Bulog) yang melakukan penyerapan bawang. Brebes sendiri selama ini dikenal sebagai sentra terbesar bawang merah di Indonesia Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan beberapa daerah lain. Luas areal panen bawang merah di Brebes tercatat bisa mencapai 29.000 – 32.000 hektar dengan angka produksi sekitar 273.000 ton, cukup signifikan memberi andil terhadap total produksi nasional yang mencapai 1,4 juta ton lebih.

Pada 2014 lalu Indonesia masih mengimpor 74.903 ton bawang merah, lalu turun drastis pada 2015 menjadi 17.428 ton, dan pada 2016 pemerintah telah menutup keran impor bawang merah. Tahun 2017 Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan mulai mengekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka ekspor bawang merah nasional pada 2017 mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 persen dibandingkan pada 2016 yang hanya 736 ton.

Bulog sudah memiliki alat penyimpan canggih cold storage atau CAS (controlled Atmosphere Storage) yang bisa menampung bawang merah sebanyak 260 ton. Alat ini juga memiliki kecanggihan karena mampu menjaga kesegaran bawang sampai 6 bulan” katanya.

Amran mengatakan, penggunaan cold storage adalah solusi permanen yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani bawang di Jawa Tengah. Secara khusus, wilayah Brebes juga sudah ditetapkan sebagai sentra produksi bawang yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan penggunaan cold storage, petani terlindungi dan konsumen terjaga. Nah, untuk pemerintah inflasi tetap terjaga dan keuntungan petani meningkat” katanya.

Dalam Acara ini Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan berbagai bantuan benih padi impara varietas unggul, benih jagung hibrida, bibit ayam lokal pedaging, anak kambing dan bantuan mesin traktor modern.

Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan terimakasih atas berbagai bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian. Bantuan itu, kata Idza, antara lain berupa dukungan anggaran, perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur termasuk bantuan subsidi pupuk, pemasaran dan alsintan.

Kemudian ada juga kartu tani dan asuransi pertanian. Alhamdullilah berkat bantuan ini, produksi pertanian di Brebes mengalami peningkatan yang sangat besar. Termasuk dengan menggunakan alat penyimoan cold storage” katanya.

Mustofa, salah satu petani bawang setempat menjelaskan bahwa kondisi harga di Brebes, Tegal dan Pemalang cendrung stabil karena hanya naik turun di angka Rp 5.000. Tapi, kondisi itu bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

Harga Bawang super Rp 35.000. Sedangkan harga sekarang turun menjadi Rp 30.000. Sejauh ini harga sebesar itu cendrung stabil” katanya.

Mustofa menambahkan, peran Bulog sejauh ini juga cukup membantu karena terus menerus melakukan penyerapan. Tak hanya itu, mereka juga dinilai aktif membuka gudang di beberapa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Ini yang kita harapkan. Peran Bulog harus optimal untuk menyerap hasil panen kami sesuai harga yang ditetapkan” tukasnya.

Sekedar diketahui, gudang Bulog ini dibangun dengan anggaran dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 3 miliar. Adapun suhu di dalam mesin CAS dapat menjaga rata-rata 7 derajat celcius. Sementara unsur-unsur penting mampu dikontrol dengan baik.

Membenahi sektor pertanian memang bukan pekerjaan yang bisa diwujudkan hanya dalam semalam saja. Butuh proses panjang karena membenahi pertanian itu kita bicara proses dari mulai sebelum menanam, selama proses tanam, panen, post panen, sampai bahkan sumber daya manusianya sendiri. Juga bagaimana caranya menyesuaikan dengan kondisi alam yang terkadang juga sulit ditebak.

Bagaimanapun tentu ini sebuah proses yang mendatangkan harapan baru bagi pertanian Indonesia. Semoga makin ke depan akan makin banyak ekspor komoditas pertanian yang bisa kita lakukan dan mendatangkan devisa serta kesejahteraan bagi petani.

#JokowiLagi

Serang Luhut, Bukti Kampret Tidak Paham Agama! Bahkan FPI dan UAS Setuju Bisyaroh

Saya bukan orang yang paham betul dengan beragam budaya di Indonesia. Ada banyak sekali budaya tersebut yang terkait maupun tidak terkait dengan agama. Salah satu yang terkait dengan agama adalah bisyaroh. Soal bisyaroh ini, kaum kampret yang tidak mengerti agama sedang senang-senangnya menyerang Luhut Pandjaitan dan Kubu 01 pada umumnya. Karena Luhut memberikan amplop bisyaroh saat mengunjungi KH Zubair Muntasor di Ponpes Nurul Cholil.

Di video yang beredar, katanya—saya belum tonton videonya—Luhut memberikan amplop kepada Kiai Zubair, dan langsung maraklah video itu dengan ditambahi narasi bahwa Luhut sudah melakukan plitik uang kepada ulama.

Atas berita yang viral dan merugikan petahana itu, Luhut pun memberi konfirmasi. Ia mengatakan bahwa Kunjungannya itu adalah dalam rangka bersilaturahmi, yang menjadi kebiasaannya sejak bertugas di Jawa Timur.

“Silaturahmi di pondok pesantren sudah biasa saya lakukan sejak menjadi Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun Jawa Timur pada tahun 1995. Bagi saya keberadaan pesantren telah menjadi pilar penting untuk menjaga kekokohan NKRI,” ujar Luhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/4/2019).

Luhut mengatakan dari kebiasaan itu, dia kemudian mengenal mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Oleh Gus Dur, dia mengaku diajari tentang tradisi pesantren dan Islam. Tak hanya bersilaturahmi, kunjungan ke Ponpes Nurul Cholil dilakukan Luhut khusus untuk menjenguk KH Zubair Muntasor. Sebab, dia mendapat kabar sang kiai tengah memiliki masalah kesehatan.

Luhut pun menegaskan pemberian amplop kepada KH Zubair Muntasor tak terkait dengan Pilpres 2019. Amplop tersebut merupakan bisyaroh atau tanda terima kasih dari jemaah yang mendengar tausiah, untuk membantu biaya pengobatan sang kiai.

Sebelum lebih jauh, mari kita pahami lebih dahulu apa itu bisyaroh, dan ternyata tradisi ini pun dilakukan oleh UAS dan FPI.

Bisyaroh secara bahasa berasal dari kata Bahasa Arab bisyarah yang berarti kabar gembira, dalam arti sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada umatnya, baik melalui Alquran maupun ucapan rasul. Umumnya dalam masyarakat Indonesia, istilah bisyaroh merupakan tanda terima kasih atas jasa yang telah dilakukan seseorang yang diminta untuk melakukan sesuatu dalam hal ibadah. Istilah bisyaroh, lebih sering kita dengar dalam dunia Pondok Pesantren, dibandingkan dengan yang ada di masyarakat.

Jadi, tradisi bisyaroh adalah sebuah hal yang lumrah diberikan oleh guru kepada pembantu-pembantunya, ataupun dari santri/murid kepada guru-guru mereka sebagai sebuah ucapan terima kasih atas pengabdiannya dalam menjalankan ibadah.

Seorang ulama, adalah mereka yang menyiarkan ajaran agama, orang yang berdakwah, karena itu mereka bisa dianggap telah “beribadah” di jalan agama. Siapa pun yang merasa ingin mengucapkan terima kasih, atau memberikan “bantuan” kepada mereka, diperbolehkan melalui bisyaroh. Yaitu pemberian uang tetapi dalam jumlah yang tidak ditentukan. Sesuai dengan kerelaan saja.

Dalam dakwahnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) pun menganut tradisi bisyaroh ketimbang tarif. Setiap ia berdakwah, maka setelahnya penyelenggara akan memberika bisyaroh (tanda terima kasih dalam bentuk uang secara sepantasnya) kepada UAS.

Di tempat lain, ada berita tentang FPI dan NU yang menggeruduk kantor PDIP di Banyumas yang melarang tradisi “bisayaroh”.

Jadi, kampret yang tidak paham agama dan budaya Indonesia, silakan berkaca ke FPI dan UAS yang menjadi junjungan kalian. Kalau kalian menuduh Luhut melakukan semacam politik uang, maka bagaimana dengan fakta yang saya sajikan itu? Mau juga kalian menjelek-jelekkan UAS dan FPI.

Membahas hal ini, rasanya seperti membahas Jokowi dan Prabowo. Ketika kampret menuduh Jokowi anti-Islam, kemudian mereka tertampar sendiri dengan kenyataan bahwa Prabowo sendiri tidak keruan ke-Islam-annya.

Luhut memberikan bisyaroh kepada seorang ulama adalah bentuk menghargai ulama dan tradisi yang selama ini diajarkan di wilayah pesantren. Kiai adalah orang yang berjuang di jalan agama, maka apa salahnya bagi ummat yang peduli untuk memberikan bisyaroh, atau “ucapan terima kasih” kepadanya.

Apalagi saat itu dikabarkan KH Zubair memang sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. Maka kedatangan Luhut adalah sebagai “murid” yang menyanyangi ulama dan ingin membantu “meringankan” bebannya, sehingga ia bisa kembali mengabdi dan beribadah di jalan Allah. Dalam artian menyiarkan agama kepada lebih banyak ummat.

Kalau ada para kampret yang berlatarbelakang ulama, atau dari partai Islam yang ikut-ikutan menyerang Luhut, maka berkacalah, Anda ternyata tidak paham apa-apa soal budaya dan tradisi Islam di tanah air. Belajar agama di mana Anda? Di YouTube?

Sumber:

http://www.laduni.id/post/read/53333/istilah-bisyaroh-digunakan-kalangan-pesantren-untuk-pemberian-gaji-atau-bayaran

https://www.panjimas.com/news/2018/06/26/banser-dan-fpi-bersatu-geruduk-kantor-pdip/

http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/semen-indonesia-berikan-bisyaroh-ke-260-pengajar-tpq-tuban-1

http://wartakota.tribunnews.com/2013/08/19/penjelasan-ustaz-solmed-seputar-beda-bisyaroh-dan-tarif

https://news.detik.com/berita/d-4497875/luhut-jelaskan-soal-video-beri-amplop-ke-kiai-di-bangkalan

Berarti Prabowo Tak Bisa Jadi Pemimpin, Kata TKN: Calon Pemimpin Harus Prima!

Kita masih dihantui kabar mengenai mengapa Prabowo tak hadir kampanye di Aceh dan di Pulau Bangka ya?. Kita belum mendapatkan jawaban yang pasti dari Prabowo itu sendiri. Tolong diberitahu rakyat, karena mereka sudah kecewa dengan tidak hadirnya Prabowo. Sebuah teka-teki sedang dimainkan, mengapa Prabowo tidak bisa hadir dalam kampanye.

Jika itu karena sakit, harus dibicarakan biar ada kepastian. Akibat banyak isu yang berkembang Prabowo sakit membuat TKN Jokowi-Ma’ruf Amin buka suara. Dikutip dari detik.com, tim Kampanye Nasional (TKN) J oko Widodo-Ma’ruf Amin mendoakan capres Prabowo Subianto terus sehat, sehingga capres nomor urut 02 itu dapat melanjutkan kampanyenya.

“Semoga Pak Prabowo segera sembuh dan sehat kembali agar bisa melanjutkan kampanye. Memang tidak mudah memenuhi harapan masyarakat, para calon pemimpin harus didukung dengan kesehatan yang prima dan kekuatan mental yang juga prima,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate, kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Johnny mengatakan capres harus didukung kondisi tubuh yang prima. Sebab, capres-cawapres memiliki jadwal kampanye yang padat dan kegiatan yang bersifat maraton.

“Membatalkan kegiatan bersama masyarakat di masa kampanye seperti di Aceh dengan alasan kesehatan yang kurang prima atau sakit dapat menimbulkan keraguan masyarakat,” katanya.

Politikus NasDem itu lantas membandingkan dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, Jokowi-Ma’ruf memiliki stamina prima walaupun menjalani kegiatan kampanye yang padat.

“Daya tahan dan stamina Kiai Ma’ruf melaksanakan kampanye sangat luar biasa. Apalagi Pak Jokowi, walaupun hujan, tetap menemani rakyat yang setia mengikuti acara kampanye di Tegal. Patut juga jika kami memberi apresiasi yang tinggi,” tutur Johnny.

Seperti diketahui, capres Prabowo Subianto absen dari kampanye di Pulau Bangka dan peringatan Isra Mikraj di Aceh pada Kamis (4/4). Sakit dan kelelahan disebut-sebut menjadi alasan Prabowo membatalkan agendanya. Tak hanya itu, isu strok ringan bahkan mewarnai kondisi Prabowo.

Alasan sakit disampaikan oleh sang adik sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Kemudian, alasan kelelahan diungkapkan sang cawapres Sandiaga Uno. Sementara itu, isu strok ringan bergulir liar.

Kendati demikian, alasan itu ditepis oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Jubir BPN Andre Rosiade menjelaskan, absennya sang capres pada agenda tersebut lantaran Prabowo harus memimpin rapat konsolidasi di kediamannya, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4498124/tkn-jokowi-doakan-prabowo-terus-sehat-calon-pemimpin-harus-prima).

Kalau mudah sakit berarti sulit dong jadi pemimpin. Karena menjadi pemimpin seperti Presiden RI harus banyak turun ke lapangan mendengarkan kegelisahan rakyat. Jangan main perwakilan kalau mau blusukan dan duduk manis di istana. Itu tidak boleh.

Sangat disayangkan memang kampanye itu tidak dihadiri oleh Pak Prabowo. Kalau begitu, gimana mau memimpin rakyat Indonesia yang bekisar 260 juta orang. Sulit!!.

Untung saja, TKN tidak menyerang habis-habisan tim BPN dengan menggoreng isu kemanakah Prabowo pergi?. Kalau TKN jago menggoreng mungkin Prabowo yang pergi entah kemana dan meninggalkan kampanye akan viral dan makin viral.

Itulah perbedaan TKN dan BPN yang dimana TKN gak mau menggoreng isu. Malah mendoakan kesehatan dari Prabowo itu sendiri. Jadi, pemimpin harus prima memang.

Jangan gampang sakit, karena rakyat butuh didengar dan diperhatikan. Kalau tidak begitu, rakyat bisa baper dan marah dengan pemimpinnya dan tidak akan memilih kembali.

Sudahlah, TKN memang baik hati. Secara tidak langsung pun saya membaca ungkapan itu sebagai sindiran juga. Sindiran bagaimana?. Ya, kata dari Johnny G. Plate bahwa TKN mendoakan Prabowo agar prima sangat kental dengan sindiran. Mereka ingin mengatakan secara tidak langsung bahwa Prabowo tidak layak jadi pemimpin karena sering sakit. Ya, begitulah kira-kira.

Akan tetapi, memang isu itu tidak digoreng sampai masak, jadi tak terlalu hangat dan panjang di konsumsi publik.

Berbeda memang dengan Jokowi yang prima meski diguyur hujan. Biasanya, kalau seseorang diguyur hujan biasanya sakit demam, pilek maupun batuk, namun Pak Jokowi tidak ada diberitakan sakit. Luar Biasa!!. Patut kita puji fisik Jokowi tersebut.

Itulah semangat besar dan fisik kuat hanya demi menyenangkan rakyatnya. Rakyat menjadi yang utama dan terutama, karena Jokowi dipilih rakyat untuk mensejahterakan rakyat, bukan asal berkuasa dan mensengsarakan rakyat. Terimakasih!!.

Salam Sahabat Seword sekalian!!